HARI 1: TUR PUSAT KOTA DAN PULAU UTARA
Kami berkumpul untuk tur Pulau Chios pada pukul 08:00 di kantor check-in di pintu masuk Pelabuhan Bea Cukai Çeşme. Setelah pemeriksaan paspor, pada pukul 09:20 kami berlayar menuju birunya Ege dan tiba di Pulau Chios setelah perjalanan feri yang menyenangkan selama sekitar 30 menit.
Setelah menyelesaikan proses kedatangan, kami mulai menjelajahi Pulau Chios dengan pemandu kami.
Pertama, kami memulai tur jalan kaki di Apoloteria, pusat pulau ini, mengunjungi Masjid Mecidiye yang berasal dari masa Sultan Abdülmecit, Lapangan Vounaki, dan Kastil Chios. Setelah mengenal karya-karya Ottoman di dalam kastil, kami berpindah ke kendaraan kami dan memulai tur Pulau Utara.
Pemberhentian pertama kami adalah salah satu simbol pulau ini, empat kincir angin bersejarah di tepi laut: Tabakika. Di sini kami beristirahat untuk berfoto. Selanjutnya, kami menuju Daskalopetra, yang dianggap sebagai tempat Homeros menulis karyanya. Area berbatu ini, yang dijadikan sekolah oleh murid-muridnya pada abad ke-6 SM, merupakan titik yang penting secara sejarah maupun budaya.
Kami berhenti untuk makan siang di desa nelayan yang cantik, Langada. Di tavern di tepi laut, Anda bisa mencicipi makanan laut segar, mezze, dan kelezatan lokal.
Dalam perjalanan kembali, kami berhenti untuk foto di Gereja Agios Isidoros, salah satu bangunan ikonik Pulau Chios yang terletak di atas air. Dikatakan bahwa getah damla diasosiasikan dengan santo ini.
HARI 2: WAKTU BEBAS
Setelah sarapan, Anda bisa memanfaatkan hari ini sesuka hati.
Anda dapat berbelanja di pusat pulau, duduk di kafe tepi pantai, berenang, atau memperkaya hari Anda dengan aktivitas tambahan yang direkomendasikan oleh pemandu Anda.
Pada malam hari, bagi yang berminat, para tamu dapat berpartisipasi dalam malam Yunani yang meriah di mana mereka dapat mencicipi kelezatan masakan Yunani yang tradisional, disertai musik hidup dan tarian dengan “bouzouki”.
HARI 3: TUR PULAU SELATAN
Setelah sarapan, kami mulai tur Pulau Selatan. Pemberhentian pertama kami adalah desa Armolia, terkenal dengan keramik buatan tangan. Kami berhenti sejenak di salah satu workshop keramik.
Selanjutnya, kami pergi ke Mesta, desa-kota yang paling terawat dengan baik dari abad pertengahan hingga saat ini. Kami berjalan melalui jalan-jalan labirin dan berhenti untuk ngopi di alun-alun desa, serta mengunjungi Gereja Taksiarchis.
Setelah itu, kami menuju desa Pyrgi yang terkenal dengan rumah-rumah yang dihiasi pola geometris. Kami mendapatkan informasi dari pemandu kami mengenai teknik dekorasi khusus yang disebut “Ksista”.
Kami menyelesaikan tur dengan berhenti untuk makan siang di sebuah tavern di tepi laut. Di sini, para tamu dapat mencicipi berbagai makanan laut dan mezze sesuai keinginan.
Setelah itu, kami menuju pelabuhan dan setelah proses bea cukai, kami naik feri untuk kembali ke Çeşme.